Miskin motivasi! Itu umpatanku pada diriku sendiri. Coba saja bayangkan,kalah seleksi porprov cuma gara2 selisih kemenangan...Mangkel?jelas!
Secara teknik,aq jelas ga kalah. So....,apanya yang kurang ya? Setelah aq pikir2,emang sudah seharusnya aq kalah.Kurang latihan + try out menjadi kendala tersendiri. Memang,dulu aq (ga nyombong nie..) punya mental juara yang bagus. Tapi tidak mudah untuk mendapatkannya.Penuh perjuangan dan pengorbanan.
Semuanya dimulai dari hal2 kecil,lalu yang agak besar, seterusnya yang besar dan lebih besar lagi.
Mungkin idealis ya? Tapi memang harus seperti itu. Sama juga dengan apa yang dialami oleh para murid2ku yang lagi mencari jati diri + konsistensi.Tidak bisa instan untuk mendapatkannya.
Banyak yang ingin instan langsung bisa menguasai ketrampilan (dalam hal ini pelajaran) tertentu. Atau, yang lebih parah lagi adalah yang ingin meraih nilai bagus dalam test.Demi nilai bagus, apa saja dihalalkan,nyontek gitu loh.....
Aq sendiri ga hbs pikir dan of course....bertanya-tanya dalam hati. "Anak2 ini sebenarnya sadar nggak to ya dg apa yang mereka lakukan?" Kenapa? cuma karena pengen nilai yang bagus mereka nyontek. nggak memperhitungkan efek belakangnya sama sekali.
Mental tempe, itulah yang akan mereka peroleh dari mencontek. Perasaan bahwa dirinya tidak mampu mengerjakan serta bersaing dengan siswa lain telah menimbulkan stigma negatif yang disematkan pada diri mereka sendiri.Menyematkan "handicap" pecundang pada diri sendiri.......sungguh menyedihkan.
Untuk membuat mental menjadi tangguh, memang sulit,bahkan orang yang punya mental tangguhpun masih harus mempertahankannya dengan berlatih sehingga mental menjadi terasah. Menurutku, semuanya itu bisa dilatih,bukan bawaan dari lahir...
Jadi apabila seseorang mau dan tekun untuk melatih diri, maka ia akan memetik buahnya.Sebaliknya jika orang tersebut punya kemampuan namun tidak dilatih dan diasah, maka kemampuan itu akan menumpul dan makin lama akan makin hilang.






0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !